Buku IN MEMORIAM WS RENDRA ini merupakan kumpulan tulisan esai dan puisi karya penyair Kota Palu yang didedikasikan kepada almarhum budayawan WS Rendra. Berbagai pandangan dilontaran pada penyairitu dari kacamata seniman/penyair Kota Palu yang pernah keemu maupun yang tidak, tetap Rendra adalah guru siapa saja. Dapatkan di Toko Buku RAMEDIA PALU, Jl. Hasanuddin (depan Bank Mandiri) Palu
Selengkapnya...Blog ini berisi tulisan berbagai informasi masalah peristiwa tokoh, seni, budaya dan kegiatan humaniora JAMRIN ABUBAKAR
Sabtu, 18 Desember 2010
PANEMBULU
Buku ini merupakan kumpulan puisi Berbahasa Kaili karya penyair Kaili Kota Palu. Kaya dengan ungkapan yang bijak digali dari tradisi lisan To Kaili, sekaligus ditampilkan tentang kondisi Palu masa kini. PANEMBULU sebuah karya sasta Kaili yang sangat menarik, sekaligus menjadi koleksi yang patut dimiliki bagi peminat budaya.
Selengkapnya...Kamis, 07 Oktober 2010
BAHASA DAMPAL JUGA TERANCAM PUNAH
DAMPAL-Satu lagi bahasa asli di Sulawesi Tengah yang diindikasikan hampir punah di tengah derasnya dominasi bahasa pendatang, menyusul tidak adanya kepedulian pemerintah melakukan pelestarian. Bahkan lebih memprihatinkan dibanding bahasa Pendau di Kabupaten Donggala, saat ini suku Dampal sendiri sudah jarang didengar penggunaan bahasanya walau di antara komunitas, sehingga sangat mengkhawatirkan generasi muda tidak mendatang tidak lagi memahami bahasa Dampal.
Keprihatinan tersebut diungkapkan Agussalim H.A. Rasyid seorang tokoh muda asal Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli pada penulis belum lama ini. Menurutnya tergerusnya bahasa Dampal, selain tidak adanya kepedulian pemerintah semacam membuat kebijakan untuk melestarikan dalam bentuk pembelajaran sebagai muatan lokal di sekolah. Juga komunitas Dampal sendiri ada kecenderungan lebih terpengaruh dengan bahasa Bugis yang berada di Dampal Selatan maupun Dampal Utara.
Selengkapnya...
AKHIRNYA DOKAR DONGGALA PUNAH
DONGGALA-Kekhawatiran pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Donggala dan sejumlah masyarakat tentang kendaraan tradisional dokar Donggala akan punah, akhirnya betul-betul jadi kenyataan.
Padahal sebelumnya pihak Disbudpar Donggala ketika dijabat Suaib Djafar tahun 2008 lalu, menyatakan akan memprogramkan partisipasi kusir dokar dalam mendukung kemajuan industri pariwisata dalam kota. Sayang upaya itu belum sempat terwujud, namun ternyata sejak awal Januari lalu hingga kini tinggal satu unit kendaraan dokar yang beroperasi di kota Donggala.
Bukan hanya saat Suaib Djafar melontarkan janji-janji pemberdayaan kusir dokar agar kendaraan itu tidak punah. Tapi juga saat Himran Sukara menggantikan posisi Himran tahun 2009 lalu, yang berkeinginan menjadikan dokar sebagai penunjang pariwisata kota juga tak pernah dilakukan. Padahal rencana semula pemerintah akan membangkitkan kembali partisipasi dokar setiap HUT Kabupaten Donggala dan HUT RI pada bulan Agustus.
“Karena makin langkanya dokar di Donggala itulah sehingga kami berpikir mau menghidupkan kembali gairah dalam penggunaan transportasi tersebut bentuknya dilakukan kerja sama dalam bentuk paket wisata semacam jalan-jalan dalam kota Dongala melalui dokar, “ janji Suaib ketika itu.
Selengkapnya...

