Rabu, 09 Februari 2011

“MEWUJUDKAN DONGGALA YANG SEJAHTERA, MANDIRI, DAN BERMARTABAT”

Oleh: Aminuddin Kadir (Pemerhati Donggala)


Pilihan atas visi tersebut didasari atas sebuah keyakinan bahwa untuk membangun atau merintis kembali pembangunan lima tahun kedepan sesuai dengan cita-cita dan komitmen dalam pembentukan Donggala sebagai daerah otonomi untuk lima tahun kedepan adalah :
• Harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat,
• Bertumpu pada kemandirian wilayah, dan
• Berdiri di atas kemartabatan pemerintah.

Visi masyarakat Donggala lebih sejahtera lebih dimaknai sebagai keinginan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat Donggala ke level yang lebih layak. Barbagai indikator kesejahteraan, seperti pendapatan per kapita, daya beli masyarakat, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, angka melek huruf, angka partisipasi sekolah, derajat kesehatan, tampak menunjukkan kinerja yang belum sepenuhnya menggembirakan.

Visi mandiri lebih dimaksudkan sebagai keinginan untuk mewujudkan sebuah daerah yang berdaya saing dan memiliki daya tarik wilayah. Potensi dan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki daerah ini sangat memungkinkan bagi daerah untuk tumbuh secara akseleratif. Oleh karena itu, visi ini kita harapkan dapat menjadi sumber “etos” bagi seluruh masyarakat Donggala untuk bekerja lebih keras, lebih produktif, dan lebih kompetitif.

Sedangkan visi bermartabat lebih diartikan sebagai keinginan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Bagi kami, kemartabatan pemerintahan hanya dapat diwujudkan jika pemerintah mampu melepaskan diri dari praktek-praktek KKN, senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat, dan menjadi pengayom bagi seluruh kelompok dan golongan tanpa diskriminasi.

Ekonomi kerakyatan kita tempatkan sebagai substansi penting bagi pencapaian ketiga dimensi tersebut. Ekonomi kerakyatan merangkum sekaligus mewarnai seluruh elemen kunci, dimana :

 Visi kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat dicapai melalui pengembangan ekonomi kerakyatan.
 Kemandirian daerah dapat diraih melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
 Aktifitas pemerintahan akan diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, kita akan mengembangkan tiga misi kepemimpinan sebagai berikut :

 Pertama, meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh. Peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat dimaksud bukan hanya mencakup dimensi fisik-material tetapi juga mental spiritual. Misi ini kita sebut sebagai Misi kesejahteraan.


 Kedua, mengembangkan potensi daerah dan memperkuat daya saing wilayah melalui pengembangan ekonomi local yang berbasis ekonomi kerakyatan. Pengembangan ekonomi local dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan pembangunan dan pengelolaan sumberdaya yang berwawasan lingkungan. Misi ini kita sebut sebagai Misi kemandirian.

 Ketiga, mewujudkan pemerintahan yang profesional, efektif, dan melayani dengan senantiasa mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan dimaksud juga harus terbebas dari praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Misi ini kita sebut sebagai Misi kemartabatan.

Pemerintah harus membuat sasaran pokok dan kinerja untuk lima tahun kedepan.
 Sasaran pertama adalah membaiknya indeks pembangunan manusia (IPM) yang insya Allah akan kita capai.
 Sasaran Kedua adalah meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan per kapita di atas provinsi dan nasional.
 Sasaran Ketiga adalah meningkatnya daya saing dan daya tarik wilayah melalui peningkatan nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA), berkembangnya kegiatan agribisnis dan agro-industri.
Untuk mencapai sasaran pokok dan kinerja utama, difokuskan pada 3 agenda pembangunan daerah, yakni : (1) peningkatan kualitas sumberdaya manusia; (2) pembangunan infra struktur ekonomi; (3) membangun pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.
Solusi yang terbaik untuk mensejahterakan masyarakat pemerintah harus punya keberanian dan kemampuan menciptakan lapangan kerja, yaitu perkebunan, pertanian dan perikanan pelayanan yang prima untuk program pendidikan dan kesehatan secara gratis. Rakyat sehat Negara kuat menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan gratis, lagi menyediakan seragam sekolah bagi anak kurang mampu dan beasiswa untuk siswa/mahasiswa unggulan dan PNS yang berprestasi juga menyediakan ambulans gratis di setiap kecamatan. Dan setiap pengusaha sekecil apapun usahanya perlu diberikan izin usaha, jangan dipersulit izin usahanya. Dan itu adalah salah satu aset daerah.
Didalam pemerintahan tidak ada istilah saudara, semua harus menjalankan fungsi masing-masing. Jadi intinya kalau pemerintah (eksekutif) tidak berjalan sesuai undang-undang maka DPRD sebagai lembaga (legistatif) akan mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan.*

Aminuddin Kadir Selengkapnya...

Jumat, 21 Januari 2011

CERITA LEGENDA DARI SULAWESI TENGAH (Sinopsis) Dalam Persiapan Penerbitan

RINBGKASAN CERITA


1. TERJADINYA LEMBAH PALU: Pertarungan belut raksasa (Lindu) dengan anjing Labolong milik pelaut Sawerigading mengakibatkan gempa bumi dahsyat. Banjir bah dan tanah longsor menutupi teluk Kaili menjadi lembah. Sedangkan kedua binatang itu mati dan hayut terbawa banjir dengan bekas yang dilalui menjadi Sungai Palu.

2. GADIS KULAVI DALAM POHON: Perburuan yang dilakukan Sadomo, pemuda dari tanah Kaili sampai ke dataran Kulavi membuatnya tersesat di tengah hutan. Meskipun tidak mendapatkan binatang buruan, tapi seorang gadis cantik keluar dari dalam pohon yang kemudian dijadikan istri dan menjadi asal-usul suku Kulavi di Kabupaten Sigi.

3. LEGENDA BENGGA BULA: Putri cantik raja Kaili terpaksa diasingkan karena tertular penyakit cacar di seluruh tubuhnya. Dalam pengasingan itu, ia dijilat Bengga Bula (kerbau butih) sehingga bisa sembuh. Sejak itulah sebagian suku Kaili pantang mengkonsumsi daging kerbau putih, karena takut melanggar sumpah leluhurnya.

4. ASAL MULA UBI BANGGAI: Berawal dari musim paceklik, mengakibatkan Tonggol putra seorang pemimpin adat meninggal dunia. Tetapi kemudian dari dalam kuburnya tumbuh ubi besar yang kemudian menjadi sumber makanan pokok di Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan. Konon itulah asal mula adanya Ubi Banggai yang dipercaya sebagai jelmaan dari manusia.

5. TRAGEDI TADULAKO: Panglima perang yang tak pernah terkalahkan dalam berbagai perang antarsuku. Memiliki kesaktian yang sulit ditandingi lawan-lawannya, namun tiba masanya berakhir. Sang Tadulako mati tragis setelah kepalanya ditumbuk alu oleh kekasih yang dikhianatinya. Sampai sekarang patung Tadulako dapat dilihat di Desa Doda, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso.

6. MPOLENDA YANG TERKUTUK: Mpolenda seorang pemimpin otoriter yang sulit dikalahkan dalam peperangan, sehingga bertindak sewenang-wenang menguasai segala sumber ekonomi. Selain sombong dan takabur, juga menganggap dirinya paling berkuasa. Akhirnya Mpolenda bersama istri dan anaknya mendapat kutukan jadi patung megalit. Sampai sekarang patung tersebut dapat dilihat di Desa Wanga Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

7. LEGENDA PUTRI YAMAMORE DI PUSENTASI: Yamamore putri seorang Raja Towale melarikan diri dari istana demi menghindari perkawinan paksa. Dalam pelariannya, ia bersembunyi dengan cara mencemplungkan diri ke dalam telaga air asin. Maka sejak itulah Yamamore menghilang dan tempatnya dinamai pusat laut atau Pusentasi.

8. LEGENDA DANAU DAMPELAS: Berawal dari keinginan Sang Pelaut menaklukkan Negeri Dampelas, akhirnya terjadi perlawanan dari Mahadia. Peperangan pun terjadi hingga telaga yang dijadikan area pertarungan kemudian menjadi Danau Dampelas di Desa Talaga.

9. LEGENDA TERJADINYA DANAU POSO: Seekor kucing menyelam ke dalam air demi mengambil jarum milik Sang Putri, akibatnya hujan dan banjir hingga terbentuklah sebuah danau. Dalam mitologi beberapa suku di Sulawesi Tengah, kucing yang dikuyupkan bisa mendatangan hujan.

10. ASAL MULA KALEDO: Pada saat pembagian daging sapi, Orang Kaili datang terlambat sehingga hanya mendapatkan tulang sapi. Tanpa rasa kecewa, mereka kemudian memasak dengan eksprimen dengan hasil tak kalah enaknya. Sejak itulah Kaledo (Kaki Lembu Donggala) jadi masakan favorit. Selengkapnya...

Kamis, 30 Desember 2010

CERITA LEGENDA DARI SULAWESI TENGAH (Sinopsis) Dalam Persiapan Penerbitan

RINGKASAN CERITA


LEGENDA TERJADINYA LEMBAH PALU: Pertarungan belut raksasa (Lindu) dengan anjing Labolong milik pelaut Sawerigading mengakibatkan gempa bumi dahsyat. Banjir bah dan tanah longsor menutupi teluk Kaili menjadi lembah Palu.

GADIS KULAVI DALAM POHON: Perburuan yang dilakukan Sadomo, pemuda dari tanah Kaili sampai ke dataran Kulavi membuatnya tersesat di tengah hutan. Tapi kemudian bertemu dengan gadis cantik keluar dari dalam pohon menjadi asal-usul suku Kulavi di Kabupaten Sigi.

BENGGA BULA: Putri cantik raja Kaili diasingkan karena tertular penyakit cacar di seluruh tubuhnya. Dalam pengasingan itu, ia dijilat Bengga Bula (kerbau butih) sehingga bisa sembuh. Sejak itulah sebagian suku Kaili pantang mengkonsumsi daging kerbau putih.

ASAL MULA UBI BANGGAI: Berawal dari musim paceklik, mengakibatkan Tonggol putra seorang pemimpin adat meninggal dunia. Tetapi kemudian dari dalam kuburnya tumbuh ubi besar yang menjadi sumber makanan pokok di Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan.

TRAGEDI TADULAKO: Panglima perang yang tak pernah terkalahkan dalam berbagai perang antarsuku. Namun akhirnya mati tragis setelah kepalanya ditumbuk alu oleh kekasih yang dikhianatinya.

MPOLENDA YANG TERKUTUK: Pemimpin otoriter yang sulit dikalahkan dalam peperangan, sehingga bertindak sewenang-wenang menguasai segala sumber ekonomi. Akhirnya Mpolenda bersama istri dan anaknya mendapat kutukan jadi patung megalit.

LEGENDA YAMAMORE DI PUSENTASI: Yamamore putri seorang Raja Towale melarikan diri dari istana demi menghindari perkawinan paksa. Dalam pelariannya, ia bersembunyi dengan cara mencemplungkan diri ke dalam telaga air asin. Maka sejak itulah Yamamore menghilang dan tempatnya dinamai pusat laut. Selengkapnya...

Sabtu, 18 Desember 2010

ORANG KAILI GELISAH

Buku yang mengulas berbagai keprihatinan seni dan budaya di Kota Palu. Sebuah cermin dari kebijakan yang kadang tidak sesuai dengan harapan-harapan, sekaligus membahas soal kepunahan bahasa Kaili. Dapatkan buku ini di Toko Buku RAMEDIA PALU, JL. Hasanuddin, depan Bank mandiri Palu. Selengkapnya...