Minggu, 21 Maret 2010

Palu Art’s Warning ; Kritik Kegelisahan Seniman


Palu - Lima menit Sepuluh detik di luar ruangan, awalnya sunyi. Beberapa manusia bergerak pelan, meliuk bagai kepompong dan ulat-ulat gelisah. Mereka kemudian berteriak Manusia-manusia itu menahan pedih kata yang tidak bisa dikeluarkan diantara temaram lampu-lampu. Orang kota berdatangan silih berganti menawarkan senyum. Orang-orang kota itu disambut meriah rebana dari pinggir kampung. Sebuah gambaran dua sisi hidup hitam dan putih yang berbeda.
Sepuluh Menit Lima detik di dalam ruangan, lampu terang benderang. Orang-orang kota masgul mendengar prosesi musik yang mulai ditabuh. Samar kemudian berubah garang. Ritme-ritme musik
Selengkapnya...

Sabtu, 20 Maret 2010

ORANG KAILI GELISAH (Catatan Kecil Seorang Wartawan)

Oleh: Jamrin Abubakar

KATA PENGANTAR PENULIS (Sedang dalam Proses)

BUKU Orang Kaili Gelisah Catatan Kecil Seorang Wartawan merupakan kumpulan tulisan yang pernah dipublikasikan di surat kabar lokal mengenai peristiwa seni dan budaya di Kota Palu. Temanya memiliki kaitan dengan denyut “nadi” sosial budaya To Kaili (Orang Kaili) sebagai salah satu suku terbesar dan tersebar di Sulawesi Tengah, utamanya di Kota Palu.
To Kaili yang diidentifikasi dengan adat istiadat dan bahasa sendiri serta berbagai sub-dialek dan karakter tersendiri yang menunjukkan sebagai suku sangat menarik dibicarakan. Meskipun tulisan yang terhimpun dalam buku ini terpisah satu sama lainnya atau tidak terfokus pada kajian tentang Kaili itu, setidaknya mencerminkan sebuah “Kegelisahan” Orang Kaili dalam mengarungi dan menghadapi kebudayaan global. Akibatnya, Kaili di antara beragam
Selengkapnya...

Sabtu, 20 Februari 2010

POLITISI KOTA PALU DI PANGGUNG KESENIAN


Oleh : Jamrin Abubakar

KETIKA musim kampanye Pemilu tahun 2004 dan 2009 lalu, beberapa seniman Kota Palu masuk ke arena politik dalam bentuk pengurus partai politik dan kemudian menjadi calon legislatif. Dan itu sebetulnya bukanlah hal baru. Sejak puluhan tahun silam hal serupa sudah lumrah politisi menjadikan media seni untuk berpolitik. Hasilnya ada yang sukses dan ada pula yang belum tercapai.
Paascareformasi beberapa seniman di Kota Palu secara terang-terangan menyatakan masuk ke ranah politik. Di antara mereka bertarung dengan politisi tulen yang selama ini memang telah menjadi ladangnya. Fenomena seniman merambah politik mungkin ingin membuktikan bahwa mereka bersuara tak ingin lagi hanya lewat karya-karya kreatif mereka, tapi betul-betul sudah masuk dalam peta politik praktis.
Selengkapnya...